Data Center

Data Center adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan (mis. AC, ventilasi), pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik.

Data center diklasifikasi menjadi 4 tingkat atau dikenal sebagai tier 1 hingga tier 4 semakin tinggi tier maka makin tinggi tingkat avaibilitas dari perangkat yang ditempatkan pada data center tersebut. Secara umum pembagian tier dalam data center sebagai berikut:
  • Tier 1 atau disebut dengan basic, sangat rentan terhadap gangguan baik yang dapat direncanakan maupun tidak direncanakan (force majeure). Tier 1 tidak mengenal redundancies sehingga bila salah satu tidak bekerja akan berpengaruh terhadap sebagian atau keseluruhan. contohnya dikarenakan tidak dilengkapi catu daya UPS maka bila listrik padam maka seluruh perangkat yang membutuhkan listrik sebagai sumber dayanya akan mati total. 
  • Tier 2 atau dikenal dengan redundant component, masih agak rentan terhadap gangguan. Dalam tier 2 suatu data center harus sudah diperlengkapi dengan UPS, raised floor, dan genset. Hal ini untuk mengantisipasi padamnya listrik dan kebutuhan raised floor agar penataan kabel lebih rapih dan terstruktur. 
  • Tier 3 atau disebut dengan concurrently maintable. Dalam tier 3 sudah mencakup apa yang ada pada tier 2 dengan tambahan kapasitas dan distribusi yang cukup untuk menambupung beban yang dipunyai sistem utama ketika sistem tersebut dimaintenance. Tambahan utama bisa berupa backup konektifitas listrik maupun data sehingga bila sistem utama rusak tetap bisa dilayani oleh perangkat backup/cadangan. 
  • Tier 4 atau disebut dengan fault tolerant. Dalam tier 4 ini sudah mencakup apa yang ada pada tier 3 dengan tambhan redundant yang lebih dari 1 contohnya adalah kebutuhan listrik bukan saja ditangani oleh ups dan genset saja tetapi dilengkapi pula dengan power plant sumber lainnya. Termasuk juga cooling distribution dilengkapi oleh lebih dari satu backup sehingga dengan tier 4 ini bisa meningkatkan avaibilitas system hingga 99,995% sehingga dalam satu tahun diprediksikan system down hanya memakan waktu 26,28 menit saja. Bahkan beberapa data center tier 4 menjanjikan tingkat avaibilitas hingga 99,9998% dimana fault tolerant dalam satu tahun hingga 1 menit saja. 
Catu daya
Dikenal oleh masyarakat sebagai listrik. Listrik merupakan sumber daya yang vital bagi data center, umumnya untuk masyarakan indonesia menyebutkan PLN sebagai perusahaan negara yang mendistribusikan listrik ke seluruh Indonesia. Kerap kali PLN melakukan pemadaman bergilir akibat kurangnya pasokan listrik dari pembangkit tenaga listrik yang terbatas, disamping itu kadangkala pemadaman dilakukan sengaja yaitu antisipasi keamanan maupun maintenance dari pendistribusian listrik.
Untuk antisipasi pemadaman listrik diperlukan UPS (Uninterruptable Power Supply) sehingga aliran listrik tetap terjaga terhadap perangkat, rata-rata UPS tetap bisa mendistribusikan listriknya dalam waktu kurang dari 1 jam, oleh karena itu untuk pemadaman dengan waktu yang lebih lama maka diperlukan genset untuk mensupply listrik.

Koneksi komunikasi
Dalam dekade ini komputer tanpa perangkat komunikasi seperti sayur tanpa garam, komunikasi bisa berupa komunikasi antar komputer (LAN = Local Area Network) dan yang lebih jauh lagi adalah WAN (Wide Area Network) serta yang sekarang berkembang adalah internet dimana melalui komputer bisa berkomunikasi walaupun lawan komunikasi kita berada dibelahan dunia lain.

Pengontrol lingkungan
Suhu ruang data center harus dijaga, karena perangkat komputer mengeluarkan panas sehingga suhu harus dikontrol dengan menggunakan AC (Air Conditioning). ruang data center yang panas dapat mengakibatkan rusaknya perangkat didalamnya. Disamping suhu juga diperhatikan kelembaban udara umumnya suhu ruang data center adalah 22 derajat celcius dengan kelembaban 45%

Pencegah bahaya kebakaran
Kebakaran merupakan sesuatu yang tidak diinginkan dikarenakan perangkat data center memerlukan listrik sehingga bahaya kebakaran menjadi ancaman yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk itu data center harus dilengkapi alat pemadam kebakaran atau dikenal sebagai fire suppression. Kebakaran bisa diakibatkan oleh adanya arus pendek yang akan memicu api, dikarenakan beberapa perangkat yang tidak boleh terkena air maka pemadaman menggunakan air tidak efektif karena akan mengakibatkan rusaknya perangkat yang tidak terkena api, oleh karena itu penggunaan gas diperlukan untuk menekan api agar tidak menjalar ketempat lain yaitu dengan cara mengikat senyawa H2O sehingga api akan padam dengan sendirinya.

Keamanan fisik
Keamanan fisik merupakan keamanan tingkat pertama, suatu hal yang percuma bila keamanan system dijaga dengan system yang berlapis menggunakan firewall, anti virus dll tetapi mengindahkan keamanan fisik. Beberapa perangkat yang digunakan dalam keamanan fisik yaitu: dinding ruang data center merupakan tembok yang solid bukan partisi gypsum, penggunaan close rack untuk penyimpanan perangkat, access control yang dilengkapi dengan access log yang bisa mencatat yang orang yang masuk ruang data center dan cctv sehingga aktifitas orang yang ada di data center terekam.